Volume Transaksi Harian Bitcoin Capai ATH Baru, Kabar Bagus Untuk BTC?

Volume Transaksi Harian Bitcoin Capai ATH Baru, Kabar Bagus Untuk BTC?

Volume transaksi harian di jaringan Bitcoin (BTC) telah mendapatkan All-Time-High (ATH) baru dengan mencapai angka $29 miliar USD (sekitar 415 Triliun Rupiah lebih).

Laporan ini telah dicatat oleh seorang analis bernama Kevin Rooke pada hari minggu (26 September 2021) lalu.

Selain itu, Rooke juga mencatat bahwa volume transaksi BTC hanya butuh waktu 5 hari untuk menetap di atas $20 miliar USD.

“Hanya ada 5 hari dalam sejarah di mana jaringan Bitcoin telah menyelesaikan lebih dari $20 miliar,” kata Rooke.

Lalu, apa maksud dari pencapaian volume transaksi Bitcoin ke ATH baru? dan apa yang akan terjadi pada harga Bitcoin setelah ini?

Laporan Kevin Rooke | Sumber: Twitter

Volume transaksi ke ATH baru, Bitcoin akan bangkit?

Baru-baru ini, pertemuan faktor telah meningkatkan tekanan jual di pasar saham dan crypto.

Yang paling menonjol adalah krisis likuiditas $300 miliar USD yang sedang berlangsung di raksasa properti China, Evergrande.

Minggu lalu, regulator China juga memperbarui upaya mereka untuk menindak semua transaksi crypto, termasuk aktivitas penambangan.

Bitcoin mencapai titik terendah di $39.700 USD pada 21 September 2021, setelah jatuh -25% dari level tertinggi lokalnya di harga $52.800 USD.

Sejak itu, BTC telah diperdagangkan dalam kisaran yang ketat, dengan nilai $45.100 USD yang menjadi titik tertinggi Bitcoin.

Meskipun demikian, hari ini, harga BTC menguat di atas level dukungan $40,750 USD. Dan penembusan harga di atas $42.000 USD kemarin.

Hal itu telah menunjukkan bahwa pasar banteng (bullish) bersiap untuk membangun momentum di pasar cryptocurrency.

Biasanya, analis teknis melihat kenaikan harga dengan volume yang meningkat sebagai konfirmasi tren.

Jika volatilitas harga disertai dengan volume perdagangan yang tinggi, dapat dikatakan bahwa pergerakan harga lebih valid.

Sebaliknya, jika pergerakan harga disertai dengan volume perdagangan yang rendah, itu mungkin mengindikasikan kelemahan dari tren yang mendasarinya.

Volume mengacu pada setiap transaksi Bitcoin antara pembeli dan penjual. Satu transaksi terjadi ketika pembeli setuju untuk membeli apa yang ditawarkan penjual.

Itu berarti, jika dalam sehari terjadi lima transaksi pada aset terkait (BTC misalnya), maka volume untuk hari itu adalah lima.

Volume transaksi adalah skenario di atas dengan mempertimbangkan harga aset pada saat pertukaran.

Jadi, data Rooke yang menunjukan transaksi Bitcoin mencapai ATH baru, tidak dapat diambil sebagai konfirmasi tren karena metrik tersebut menyertakan harga sebagai variabel.

Postingan Terkait

Jelajahcoin