Donasi Untuk Ukraina, Binance Galang Dana Rp.287,3 Miliar

Donasi Untuk Ukraina, Binance Galang Dana Rp.287,3 Miliar

Yayasan amal berbasis blockchain milik Binance, Binance.charity, telah membuka donasi untuk membantu Ukraina yang sedang di invasi oleh Rusia.

Dalam 48 jam sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina, PBB melaporkan ada 120.000 orang telah meninggalkan rumah.

Atas dasar kemanusiaan, Binance.charity ingin membantu secara ekonomi dengan membuka portal donasi umum untuk Ukraina.

Di platform, Yayasan amal berbasis blockchain terkemuka itu mentargetkan dana sebesar $20 juta USD, sekitar 287,3 miliar Rupiah.

Pada saat penulisan, telah terkumpul dana sebesar 150,9 BTC atau $6,67 juta USD, sekitar 95,8 miliar Rupiah, dari target 287,3 miliar Rupiah.

Dana yang terkumpul itu berkat 393 orang yang telah melakukan donasi untuk membantu Ukraina di portal tersebut.

Binance Charity memberi donasi untuk Ukraina

Yayasan Binance Charity sendiri telah berdonasi sebesar 17.042 BNB, atau setara dengan 100 juta Rupiah lebih, jika dilihat dari harga pasar pada saat penulisan.

Wakil Perdana Mentri Ukraina berharap kepada pertukaran crypto

Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Jelajahcoin, Wakil Perdana Mentri Ukraina, Mykhailo Fedorov, telah meminta kepada para pertukaran crypto untuk berhenti melayani pengguna dari Rusia.

Selain itu, Fedorov juga meminta untuk pertukaran crypto untuk membekukan semua alamat blockchain dari pengguna Rusia.

Hal itu dituturkan Fedorov tidak lain untuk membantu Ukraina mempertahankan diri dari invasi Rusia yang sedang terjadi.

Dalam sebuah tweet pada hari Minggu, Fedorov menekankan pentingnya memotong akses crypto ke politisi Rusia dan Belarusia, serta “menyabotase pengguna biasa”.

Permintaan itu menyusul serangkaian sanksi terhadap Rusia dari sekutu barat, termasuk membekukan aset empat bank terbesar Rusia dan mengurangi ketergantungan pada ekspor minyak Rusia.

Namun, dikutip dari Yahoo.Finance, Pertukaran crypto terkemuka Binance dan Kraken telah menolak permintaan tersebut.

Pendiri dan CEO Kraken Jesse Powell mengatakan platform itu tidak dapat “membekukan” klien Rusia “tanpa persyaratan hukum” untuk melakukannya.

“Tak perlu dikatakan karakteristik yang menentukan dari bitcoin memungkinkannya untuk bertindak sebagai tempat berlindung yang aman selama masa-masa yang bergejolak,” kata Paolo Ardoino, CTO BitFinex.

Postingan Terkait

Jelajahcoin