Binance Smart Chain Tetap Menjadi Bagian Penting dari DeFi, Ini Alasannya

Binance Smart Chain Tetap Menjadi Bagian Penting dari DeFi, Ini Alasannya

Platform analitik blockchain, Nansen.ai telah menganalisis aktivitas pengguna di Binance Smart Chain (BSC) dan mengungkapkan tren paling menarik dalam laporan itu.

Dibuat sebagai blockchain paralel untuk Binance Chain. BSC memberikan programabilitas dan smart contract kepada pengembang yang tertarik untuk meluncurkan token mereka di jaringan.

BSC juga telah mengantarkan ratusan proyek, seperti PancakeSwap (CAKE), Venus (XVS), Auto (AUTO) dan Beefy Finance (BIFI), untuk beberapa nama.

Keunggulan Binance Smart Chain?

BSC bekerja pada mekanisme konsensus Proof-of-Staked-Authority (PoSA), di mana peserta mempertaruhkan Binance Coin (BNB), koin asli dari Binance Chain untuk menjadi validator.

Meskipun kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), blockchain yang dibuat sebagai infrastruktur yang dapat diskalakan. Klik untuk mendaftar ke Binance.

Guna menangani sejumlah besar transaksi DeFi berbiaya rendah tanpa mengurangi kecepatan, dan mendapatkan dukungan dari berbagai macam alat Ethereum dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

Seperti yang ditunjukkan oleh laporan itu, yang menjelaskan tentang keunggulan BSC yang berisi:

“Satu keunggulan kompetitif BSC atas Ethereum adalah bahwa harga gas, atau lebih tepatnya biaya yang diperlukan untuk melakukan transaksi di jaringan, secara signifikan lebih murah.”

Jaringan BSC melawan Ethereum
Grafik perbandingan transaksi dan gas antara BSC vs Ethereum | Sumber: Nansen

Pada puncaknya, jumlah transaksi di Binance Smart Chain sekitar 10 kali lebih tinggi daripada di Ethereum, namun, harga gas pada transaksi BSC lebih rendah.

Adopsi Stablecoin untuk BSC dan Ethereum

Menurut laporan itu, Tether (USDT) ditransaksikan hampir dua kali lipat dari USD Coin (USDC) dan DAI digabungkan dalam hal volume dan mendominasi sirkulasi stablecoin dengan margin besar di jaringan Ethereum.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa ini hanya terjadi selama fase awal BSC. Laporan tersebut mengatakan:

“Orang mungkin akan menebak bahwa Binance USD (BUSD), koin stabil 1:1 USD yang dikeluarkan oleh Binance akan sepenuhnya menghapus nilai transaksi harian dan pengguna aktif unik harian.”

Ketika Binance Bridge dirilis yang mendukung transfer lintas-chain ERC-20 dan TRC-20, USDT diperkenalkan ke sistem.

Orang-orang dapat dengan mulus mengonversi token ERC-20 USDT di ETH menjadi token BEP-20 USDT di BSC.

Hal itu menyebabkan USDT mendapatkan daya tarik. Seperti yang dijelaskan lebih lanjut oleh tim analis Nansen.

“Grafik pengguna aktif unik harian melukiskan gambaran yang sama untuk BUSD dan USDT,” lanjutan dari isi laporan tersebut.

Mengungkapkan bahwa USDT berhasil mengungguli BUSD pada beberapa kesempatan, sementara DAI tertinggal sebagai yang ketiga, dengan 40 hingga 50 kali lebih sedikit pengguna.

Postingan Terkait

Jelajahcoin